Makna Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19

Sideka Tata Kelola Desa Dan Kawasan

Sitirejo, 13 Mei 2021 melaksanakan sholat IDUL FITRI di lapangan desa, pasalnya saat ini di Desa Sitirejo Pertama masjid jami’ “NURUL HUDA” masih dalam perbaikan, dan Kedua pada saat ini masih pada masa pandemi COVID-19. Upaya mencegah banyaknya kerumunan dan desak-desakan.


Mementum Hari Raya Idul Fitri

Ramadhan merupakan momentum yang sangat berharga untuk mendidik umat Islam. Pada bulan suci ini kaum Muslimin diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh untuk mencapai ketakwaan yang akan diraih setelah tuntas menyelesaikannya.

Ramadhan saat ini,  bersamaan dengan terjadinya pandemi Covid-19 yang telah melanda berbagai pelosok dunia. Menerpa lebih dari 200 negara. Dampak adanya pandemi ini menyebabkan banyak sektor yang terganggu dalam beraktifitas seperti pendidikan, ekonomi, sosial, perhubungan dan lain-lain. Banyak toko gulung tikar, pabrik-pabrik memberlakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dan agen-agen travel terhenti.

Orang-orang merasakan begitu berat tantangan yang ada di hadapan mereka saat ini.  Kita diuji dengan berbagai macam ujian sekaligus, yaitu melaksanakan kewajiban berpuasa, menghadapi kondisi pandemi Covid-19, dan tantangan dampak adanya pandemi di berbagai sektor.

Pada pengujung Ramadhan ini, kita berharap setidaknya mampu memaknai ketuntasan kita dalam menyelesaikan salah satu ujian di atas dengan ditandai datangnya Idul Fitri, sehingga mampu menangkap pesan Ilahi di balik semua peristiwa yang terjadi di masa pandemi dengan mengambil hikmah yang ada.

Makna Idul Fitri

Melimpahnya pahala di bulan suci Ramadhan memberikan kesempatan yang besar buat seorang Muslim untuk meraih cita-cita di atas. Dengan usaha yang maksimal mengerjakan amal shaleh selama bulan Ramadhan, insya Allah akan terbuka baginya kondisi sebagaimana digambarkan di dalam Hadits tersebut.

Kata fitrah berarti kembali kepada  asal penciptaaan manusia. Hal ini merujuk kepada firman Allah Swt di Surat al-Rum: 30 yang berarti “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Hadirnya Idul Fitri di masa pandemi juga memberikan kita hikmah untuk mampu memakai peristiwa yang menimpa jutaan manusia di berbagai belahan dunia. Apa yang terjadi tentu ada sebab yang melatarbelakangi. Tidak mungkin sebuah peristiwa terjadi tanpa ada sebab. Kita patut merenung bahwa manusia dianugrahi keilmuan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang memberikan maslahat umat manusia. Bukan sebaliknya, memanfaatkan untuk suatu kepentingan tertentu dalam rangka meraih keuntungan sebesar-sebesarnya tanpa menghiraukan berbagai pihak yang dirugikan.

Idul Fitri di masa pandemi ini juga mengingatkan umat Islam untuk membangun kepedulian sosial. Berapa banyak orang yang terdampak dengan persoalan ini menjadi korban PHK. Mereka kehilangan lapangan pekerjaan sementara tuntutan ekonomi tidak bisa ditoleransi. Kondisi ini mengundang rasa empati kita untuk membangun jiwa kepedulian membantu meringankan beban yang ada.

Adat Turun Temurun Orang Jawa Di Desa Sitirejo

Ada satu lagi tradisi jawa dan tradisi turun temurun hingga sampai saat ini Desa Sitirejo setelah sholat IDUL FITRI masyarakat Sitirejo mengadakan kenduri untuk menghormati Hari Raya Idul Fitri dengan niat supaya ibadah selama satu bulan di bulan ramadhan diterima oleh ALLOH SWT, dan juga berharap agar keluarga selalu diberikan kesehatan dapat menangi bulan puasa tahun yang akan datang.


Salam Sideka Platform Tata Kelola Desa

Distributor : Purwanto

About Sitirejo-Tambakromo 345 Articles
Mewujudkan Transparansi, Mempromosikan, Membantu Menduniakan Desa