Kemitraan Menuju Ketahanan Pangan

Sideka Tata Kelola Desa Dan Kawasan
Petani sedang tanam padi di desa sitirejo(DOC.04/12/2020-SID/PUR)

Sitirejo, DESA.ID – Model bisnis kemitraan terpadu dan inklusif bisa mendorong sektor pangan sebagai kekuatan ekonomi.


Sideka Tata Kelola Desa Dan Kawasan
Petani sedang melakukan ritual adat jawa. (DOC.04/12/2020-SID/PUR)

Di tengah ancaman krisis pangan, kemitraan terpadu dan inklusif yang melibatkan pemerintah, perusahaan, lembaga keuangan, dan petani akan menjadi model pengembangan yang dibutuhkan bagi sektor pertanian. Berkaitan dengan krisis pangan, lembaga pangan dunia (FAO) sudah memperingatkan adanya ancaman krisis pangan seiring terjadinya wabah pandemi Covid-19.

Di sisi lain, adanya pandemi juga mengungkap bahwa sistem pertanian pangan dunia sangat rapuh. Akibat kondisi itu, lebih dari jutaan manusia terancam kelaparan. Bahkan, lembaga itu juga memprediksi sebanyak 132 juta orang menderita kekurangan nutrisi pada 2020/2021 sebagai akibat terjadinya resesi ekonomi yang diakibatkan adanya pandemi.

Mengantisipasi kondisi itu, model bisnis kemitraan terpadu dan inklusif yang bisa mendorong sektor pangan sebagai kekuatan ekonomi, yang membuka lebih banyak lapangan kerja dan jadi sumber kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah komitmen mendampingi petani swadaya melalui skema kemitraan terpadu dan inklusif. Melalui skema itu, kemitraan itu akan menciptakan efisiensi, meningkatkan kualitas, dan menyerap komoditas pangan yang dihasilkan petani.

Ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah pada tahun depan, terutama seiring meningkatnya ancaman krisis pangan dunia akibat Pandemi Covid-19. Anggaran yang akan dikucurkan untuk mendukung fokus ini mencapai Rp99 triliun. Pandemi yang berkepanjangan dapat menyebabkan krisis pangan, terutama jika terjadi gangguan pada rantai pasokan dan logistik.

Untuk itu, ketahanan pangan menjadi sangat penting terlebih bagi Indonesia yang memiliki jumlah penduduk mencapai 265 juta orang dengan wilayah geografis yang luas.  Salah satu yang dilakukan pemerintah adalah dengan meningkatkan anggaran untuk ketahanan pangan. Anggaran tersebut dialokasikan pada sejumlah kementerian/lembaga, termasuk subsidi pupuk dan aktivitas lainnya. Anggaran tidak hanya di Kementerian Pertanian atau Kementerian Perikanan dan Kelautan, tetapi ada juga di kementerian lain untuk irigasi dan pemerintah daerah dalam bentuk pangan.

Dukung Produktivitas


Sideka Tata Kelola Desa Dan Kawasan
Tani adalah bagian besar mata pencaharian/pekerjaan masyarakat desa sitirejo. (DOC.04/12/2020-SID/PUR)

Peningkatan anggaran antara lain dilakukan untuk mendukung program produktivitas pangan dan food estate. Khusus food estate, misalnya, pemerintah kini tengah menggenjot pengadaan kawasan pangan di sejumlah daerah.

Semua itu adalah memastikan program-program yang dijalankan untuk mendukung ketahanan pangan dan akan terus dievaluasi.

Selain meningkatkan produktivitas, pemerintah juga akan menjaga stok beras guna mencapai ketahanan pangan. Beras merupakan makanan pokok warga Indonesia sehingga stabilitasnya perlu dijaga baik dari sisi ketersediaan atau kualitasnya

Untuk mendorong dan mewujudkan ketahanan pangan nasional dibutuhkan kebijakan pemerintah yang konsisten. Apalagi dalam masa dan pascapandemi. Semoga Indoensia bisa menjadi lumbung untuk memenuhi kebutuhan pangan domestik dan dunia. Hal tersebut seiring sektor pangan yang masih mampu tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19.

Sektor pertanian perlu diproritaskan terutama karena mengingat tingginya pertumbuhan sektor ini di tengah pandemi. Sektor pertanian juga mampu mengurangi jumlah pengangguran terbuka. Sektor ini juga leading sector dalam pencapaian tujuan pembangunan dan wujudkan kesejahteraan manusia dan planet bumi.

Pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi salah satu dari tujuh lapangan usaha yang tumbuh positif pada kuartal III 2020. Pertumbuhannya sebesar 2,15 persen secara tahunan. Kontribusi pertanian, kehutanan, dan perikanan juga terbesar kedua terhadap Produk Domestik Bruto mencapai 14,68 persen. Sektor ini hanya di bawah industri pengolahan yang berkontribusi 19,86 persen, tapi pertumbuhannya terkontraksi 4,31 persen secara tahunan.

Hal ini menunjukkan sektor pertanian menjadi salah satu sektor pengungkit utama ekonomi di kuartal III tahun ini. Pertanian juga menjadi satu-satunya sektor dengan tren kenaikan pada ekspor sejak Mei hingga Oktober tahun ini. Pertumbuhan di Oktober mencapai  23,80 persen secara tahunan dengan nilai USD0,42 miliar. Badan Pusat Statistik pun mencatat serapan tenaga kerja pertanian paling tinggi per Agustus 2020. Dari 128,45 juta orang penduduk bekerja, 29,76 persen berada di sektor ini, tumbuh 2,23 persen secara tahunan. Lebih tinggi dari perdagangan dan industri pengolahan yang proporsinya masing-masing 19,23 persen dan 13,61 persen.

Terlepas dari semua itu, kita semua memahami pandemi wabah corona ini tak ada yang bisa memastikan kapan berakhirnya. Oleh karena itu, menjaga pasokan pangan pun harus menjadi prioritas bangsa ini dan pemerintah sudah berusaha kerja keras untuk memenuhinya.


Salam SIDEKA Platform Tata Kelola Desa

Sumber : indonesia.go.id

Editor    : sitirejo-tambakromo.desa.id

About Sitirejo-Tambakromo 345 Articles
Mewujudkan Transparansi, Mempromosikan, Membantu Menduniakan Desa