Walaupun pernah mengalami kegagalan, Kang Ipul tidak putusasa beternak kambing

Sideka Tata Kelola Desa Dan Kawasan

Sitirejo, DESA.ID – Kerja keras dan tidak mudah menyerah. Setidaknya itu dua modal utama peternak yang akrab dipanggil Kang Ipul bisa sukses menjadi peternak kambing seperti saat ini. Meskipun pernah berkali-kali gagal dalam membangun usaha, Namun dia bisa bangkit kembali.@


Dia saat ini memiliki peternakan di Dukuh Klopokerep, tepatnya di Desa Sitirejo, Kecamatan Tambakromo, Pati, Jawa tengah. Peternakan kambing tersebut memiliki kapasitas kandang walaupun belum terlalu banyak baru sekitar kurang lebih 20 ekor.@

Namun kisah sukses itu tidak datang begitu saja. Sebelum sampai pada titik tersebut, jatuh bangun dalam membangun usaha harus dilakoninya. Bahkan karena kegagalan itu dia pernah sempat putusasa. Namun berkat ketekunan dan kesabarannya, juga dorongan dari sang istri, dia bisa kembali bangkit. “Kami saat ini fokus pada penggemukan dan pembibitan dengan jumlah induk 2 yang kami miliki.@

Kang Ipul menceritakan, menurutnya tidak mudah membangun bisnis di bidang peternakan kambing. Ia mengaku telah mengalami jatuh bangun berkali-kali sebelum akhirnya bisnis kambingnya mulai berkembang.@

Fokus kambing jenis jawa randu

Kang Ipul mengatakan, saat ini pihaknya memilih berfokus untuk beternak kambing jenis jawa randu meskipun juga menyediakan kambing Etawa. Beternak jawa randu menurutnya memiliki beberapa keunggulan yakni lebih mudah dan banyak diminati pembeli namun tempatnya harus lebar agar leluasa kambing dalam bergerak.@

Selain itu, belajar dari pengalamannya saat beberapa kali menghadapi komplain dari warga di tempat-tempat sebelumnya, ia kini juga mengolah kotoran menjadi pupuk sehingga tidak berbau. Ia mengatakan jika terdapat masyarakat yang ingin berbisnis kambing maka menurutnya yang paling penting adalah menentukan tujuan akan berbisnis kambing atau domba jenis apa. Selain itu harus bisa mengukur nilai gizi kambing.@

Serta harus memperhitungkan dengan benar berapa biaya yang dikeluarkan, juga cost margin dalam setahun. Dia juga mengingatkan untuk selalu ulet, tidak mudah menyerah, dan kerja keras menjadi hal yang dibutuhkan untuk menjadi peternak kambing.

Sideka Tata Kelola Desa Dan Kawasan
Kambing jenis jawa randu yang saat ini yang sedang di tekuni oleh kang ipul. (DOC.02/12/2020-SID/PUR)

Usaha bubut/pertukangan kayu

Selain bisnis kambing ini peternak kambing yang akrab dipanggil Kang Ipul ini juga punya usaha/pekerjaan lain yaitu usaha bubut/pertukangan kayu dan usaha ini sudah ditekuni sejak masih muda sampai sekarang juga ingin mengembangkan ekonomi keluarga dengan usaha ternak dan penggemukan kambing.@

Sebab dia merasa usaha dengan bubut/pertukangan kayu tersebut ada kalanya juga mengalami penurunan, kemudia dia berpikir untuk mengisi waktu luang dengan usaha ternak kambing ini dan tentunya juga untuk meningkatkan ekonomi keluarga.@

Ia menceritakan, ketika usaha kambingnya baru mulai merinstis sekitar 2018, sekitar setahun kemudian ada salah satu kambing mati. “Saat itu baru awal sudah dibenturkan masalah besar,” ungkap Kang Ipul. Namun kejadian itu tak membuatnya menyerah. Ia mengatakan salah satu kunci semangatnya adalah sang istri.@

Semangatnya dari keluarga

Dengan semangat dari sang istri ia kemudian berusaha bangkit lagi membangun usaha. Namun saat mulai bangkit, Kang Ipul mengatakan, dalam usaha peternakan kambing, adanya kasus kematian kambing juga masih saja ia alami malah pada saat itu induknya mati setelah melahirkan.@

Namun berkat keinginan kuatnya Ia menyebut, “Tapi dengan semangat dari istri, saya terus belajar. Mulai lagi. Dari tahun ke tahun akhirnya ketemu (resep bisnisnya), ya mungkin baru 1 tahunan ini,” tuturnya.@

Belajar pada peternak yang sukses

Kang Ipul mengaku tidak malu untuk belajar dari pengusaha yang telah lebih dulu sukses. Selain mengambil ilmunya juga untuk motivasi dan inspirasi. Ia terus menimba ilmu bahkan ke peternak yang lebih besar hingga baca-baca digoogle dari media sosial lainnya dan menurutnya ia juga mengikuti kominitas peternakan, “Jadi ketemunya perjalanan panjang di komposisi pakan. Intinya di situ,” terang dia.@

Ia menceritakan untuk dapat menemukan komposisi pakan ia mencari formula dari peternak besar. Mencoba membedah apa sebetulnya bahan konsentrat pakan yang mereka gunakan, selanjutnya melakukan beberapa kali percobaan hingga akhirnya menemukan komposisi yang pas.@

Selain itu kesehatan hewan, sanitasi, kebersihan kandang, ketepatan memberi pakan, SDM dan disiplin waktu juga merupakan hal yang penting.

About Sitirejo-Tambakromo 342 Articles
Mewujudkan Transparansi, Mempromosikan, Membantu Menduniakan Desa