Cara Interaksi Orang Jawa Dengan “Penunggu Sawah”

Sideka Tata Kelola Desa Dan Kawasan
Petani sedang melakukan ritual adat jawa. (DOC.04/12/2020-SID/PUR)

Sitirejo, Desa.Id – Selama jadi seorang Modin, banyak ilmu yang saya dapat selain dari ilmu keagamaan yang memang harus saya pelajari dan saya dalami. Ada satu ilmu TITEN yang harus saya ketahui yaitu “Cara Orang Jawa ber-Interaksi dengan Makhluk Ghaib yang menunggu sawah”. Dan semua itu ternyata hal unik yang ada di kampung saya. Ternyata, sampai saat ini keunikan masih dipertahankan oleh sebagain masyarakat.

Seperti yang  terjadi di kampungku. Tradisi sajen sawah ini masih dijalankan masyarakat setempat. Bahkan di beberapa tempat di Jawa, masih banyak juga yang melakukan tradisi satu ini.

Di kampungku sendiri, sajen sawah biasanya dilakukan setiap enam bulan sekali.  Hal ini mengingatkan saya dengan pelajaran saat sekolah dasar dahulu, sewaktu belajar ilmu pengetahuan sosial sering sekali mendapatkan tulisan, “Makanan pokok negara Indonesia adalah padi.”

Sideka Tata Kelola Desa Dan Kawasan
Tokoh Agama berdoa dan ritual orang jawa cara berinteraksi dengan penunggu sawah, (DOC.11/11/2020-SID/PUR)

Saya berpikir, jika menjadi makanan pokok, tentunya harus berkualitas. Untuk mendapatkan kualitas bagus, sudah pasti hal ini erat kaitannya dengan hasil panen yang bagus pula.

Demi itu, maka dilakukan selamatan. Sebagian masyarakat Jawa percaya, jika sawah merupakan sebuah lahan yang tidak hanya lahan. Lebih dari itu, ada “penunggu” di dalamnya.

Selamatan dilakukan dengan tujuan untuk membayar si empunya lahan karena sudah menjaga sawah serta berbagai tanaman lain yang tumbuh di atasnya. Jika kita amati secara lebih jauh, sajen sawah menyimpan berbagai hal menarik. Salah satunya sebagai bentuk penghayatan agama asli orang Jawa.

Tentu kita mengetahui jika dalam kehidupan orang Jawa ini masih ada kepercayaan animisme dan dinamisme, yang merupakan keyakinan asli orang Jawa. Saat agama Hindu masuk ke Pulau Jawa, lahirlah berbagai simbol-simbol religi, seperti kepercayaan kepada dewa serta dewi yang menjaga alam semesta.

Meski demikian, tradisi sajen sawah ini tetap mendapatkan tempat khusus bagi masyarakat Jawa tanpa melihat sungguh bentuk keyakinan atau agama.

Tradisi sajen sawah ini, akan dilaksanakan saat padi sudah mulai menguning dan juga berisi. Mengenai harinya, akan ditetapkan hari khusus yang menurut kepercayaan orang Jawa merupakan hari yang bagus.

Sideka Tata Kelola Desa Dan Kawasan
Tokoh Agama berdoa dan ritual orang jawa cara berinteraksi dengan penunggu sawah, (DOC.11/11/2020-SID/PUR)

Saat proses pelaksanaan, maka dipersiapkan berbagai kelengkapan atau uborampe. Uborampe  yang harus dipersiapkan di antaranya nasi, ikan asin, telur rebus, sayuran yang  sudah diurap dan berbagai kue khas tradisional. Bukan hanya uborampe, dipersiapkan juga sesaji seperti sisir, benang, kemenyan, kaca dan ani-ani yaitu alat pemotong padi.

Setelah sesajen lengkap, maka masyarakat akan beriring-iringan membawa sajen dan juga uborampe yang sudah disiapkan. Jika yang memiliki hajat adalah orang yang beragama Islam, maka doanya akan dipimpin oleh tokoh adat beragama Islam. Sebaliknya, jika yang memiliki hajat adalah orang beragama Hindu atau agama lain, maka doanya juga disesuaikan dengan keyakinan mereka.

Setelah tokoh agama selesai mendoakan sajen, maka sajen dibawa ke bagian tepi sawah. Ritual dilanjutkan dengan menyiramkan sebotol air putih dibagian pojok lahan sembari mengiriminya doa-doa.

Sideka Tata Kelola Desa Dan Kawasan
Berbagi sedekah bisa menjadi tolak balak, (DOC.11/11/2020-SID/PUR)
Sideka Tata Kelola Desa Dan Kawasan
Berbagi sedekah bisa menjadi tolak balak, (DOC.11/11/2020-SID/PUR)

Ritual diakhiri dengan membagikan takir kepada para pengunjung. Takir ini merupakan sebuah wadah yang didalamnya berisi makanan lengkap dengan lauk-pauk yang kemudian dibagikan secara merata.


Begitulah satu pengalamanku.

About Sitirejo-Tambakromo 345 Articles
Mewujudkan Transparansi, Mempromosikan, Membantu Menduniakan Desa