Presiden Ir. Soekarno Dinilai Sumber Inspirasi dan Pengetahuan

Sideka tata kelola desa

DESA.ID, Sitirejo-Tambakromo-“Sebelum kami menerbitkan artikel ini, perkenankan kami memohon maaf karena artikel berikut adalah kutipan dari Beritasatu.com”. “Dan kami tidak ada maksut yang lain kecuali kami mengharap semoga tulisan kami ini nanti bisa memberikan pengalaman tersendiri bagi saudara disana yang membacanya”.

Karena saya ingat ada satu pepatah yang bunyinya “Orang boleh pintar setinggi langit, namun jika tidak menulis akan hilang ditengah masyarakat dan akan hilang ditelan masa”

Ir. Soekarno adalah presiden pertama Indonesia yang juga berperan sebagai pencetus dasar negara Pancasila yang kita gunakan hingga saat ini. Bersama dengan Mohammad Hatta, Soekarno merupakan tokoh penting yang telah menginspirasi masyarakat Indonesia dalam perjuangan mencapai gerbang kemerdekaan.

Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Nanang Tyas Puspito mengungkap Presiden Pertama Soekarno meraih 26 gelar doktor Honoris Causa (HC) dari perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi swasta (PTS) dalam dan luar negeri. Menurut Nanang, gelar HC berbagai yang diterima itu membuktikan kualitas Sukarno.

Maka dari itu, “Kita jangan lupa, Bung Karno memperoleh 26 gelar doktor Honoris Causa dari PTN dan PTS dalam negeri dan luar negeri di berbagai bidang. Coba bayangkan pada zaman itu Bung Karno sudah dapat 26, ketika jumlah PTN dan PTS hanya belasan, dari sini kita tahu kualitas Bung Karno. Beliau benar-benar sumber inspirasi dan sumber pengetahuan,”.

Dan perlu kita ingat -ingat pula “bahwa itu semua kekayaan literasi yang amat bernilai. Poin ini harus kita sampaikan ke kaum mda. Bung Karno bukan hanya Proklamator, tapi pemikiran beliau harus kita gali,”.

ajaran-ajaran Soekarno merupakan kekayaan literasi yang memang wajib diperdalam, dibaca, dan dipahami. “Warisan utama Bung Karno yang utama adalah pemikiran. Itu tertuang dalam berbagai tulisan dan pidato. Dari sekian tulisan dan pidato ada yang monumental yaitu Marhaneisme dan Pancasila,”.

Harapan kita sebagai warga negara RI semoga ajaran Soekarno juga dapat kita kembangkan dalam konteks kekinian. “Mungkin di bidang kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan. Kita jangan hanya diskusi-diskusi, nostalgia, tapi bagaimana operasional yang memerlukan implementasi,”.

About Sitirejo-Tambakromo 345 Articles
Mewujudkan Transparansi, Mempromosikan, Membantu Menduniakan Desa