Puasa Asyuro Ibadah Penggugur Dosa

Kabar Desa Keagamaan Sosial

Pada Bulan Muharram, umat Islam memang dianjurkan memperbanyak amalan. Salah satunya adalah berpuasa. Berpuasa pada bulan Muharram memiliki derajat yang tinggi setelah puasa Ramadan.

“Seutama-utama salat setelah salat wajib adalah salat pada sepertiga akhir malam, dan seutama-seutama puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa di Bulan Muharram,” bunyi HR Muslim.

Salah satu amalan sunnah yang dapat ditunaikan di Bulan Muharram yakni puasa Asyura. Puasa Asyura disebut juga sebagai doa atau pengharapan agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

“Adapun puasa Asyura, aku memohon kepada Allah agar puasa tersebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya,” kata Rasulullah dalam HR Muslim.

Berikut bacaan niat puasa Asyura:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati ‘Asyura lillahi ta’ala.

Artinya:

Aku berniat puasa sunah Asyura karena Allah SWT.

Dikutip dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslim, ada sejumlah nilai penting yang diajarkan Rasulullah sehingga kita dianjurkan berpuasa pada 9 dan 10 Muharram.

Berikut keutamaan puasa pada Bulan Muharram:

1. Menebus Dosa Setahun Silam

Sebagai umat manusia, tentunya kita tidak bisa luput dari dosa dan kesalahan. Menjalankan puasa Asyura di tanggal 10 Muharram dapat menebus dosa yang telah dilakukan setahun sebelumnya.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Abi Qatadah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditanya tentang puasa Asyura kemudian beliau menjawab, “menebus dosa tahun yang lalu.” (HR.Muslim)

2. Mengikuti Ajaran Rasul

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan supaya orang-orang berpuasa.” (HR Muslim).

Abu Hurairah ra. pun berkata:

“Saya mendengar Rasulullah bersabda: ‘Hari ini adalah Hari Asyura, dan kamu tidak diwajibkan berpuasa padanya. Dan saya sekarang berpuasa, maka siapa yang suka, berpuasalah. Dan siapa yang tidak suka, berbukalah!'”

3. Keutamaannya di Bawah Puasa Ramadhan

Ada sebuah hadis yang diungkapkan oleh Abu Hurairah, bahwa puasa pada bulan Muharram keutamaannya tepat di bawah puasa Ramadan.

Melihat posisi puasa di bulan Muharram berada tepat di bawah puasa Ramadan, maka menunjukkan puasa sunah ini memiliki keutamaan luar biasa.

OPD/SID/SITIREJO